Ketika Energi dan Keberlanjutan Bertemu di Kelas: Kisah Magister Sustainability UPER Membedah Strategi Net Zero 2060

Ingin kuliah pascasarjana yang menghubungkan ilmu dengan praktik transisi energi? Telusuri Universitas Pertamina dan lihat bagaimana kampus ini membawa isu keberlanjutan ke ruang belajar.

Dua dunia yang dulu dianggap berseberangan, bisnis energi dan keberlanjutan, kini berjalan dalam satu arah. Perusahaan energi besar tidak lagi hanya bertanya bagaimana memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga bagaimana menjaga masa depan. Dinamika itulah yang dibahas mahasiswa Program Magister Sustainability Universitas Pertamina (UPER) dalam Mata Kuliah Transisi Keberlanjutan Global.

Kuliah Tamu dari Pucuk Strategi Keberlanjutan Pertamina

Hadir sebagai pembicara adalah Wenny Ipmawan, SVP Business Sustainability PT Pertamina (Persero), dengan materi berjudul “Energizing Today, Sustaining Tomorrow: Pertamina’s Transformation towards Sustainable Future”. Mahasiswa diajak memahami bagaimana perusahaan energi menjawab tuntutan transisi sambil tetap menjalankan bisnis.

Awalnya dari Angka: 2,27 Juta Ton CO₂e

Pembahasan dibuka dengan capaian konkret. Pertamina mencatat pengurangan emisi 2,27 juta ton CO₂ ekuivalen sepanjang 2025, berkat efisiensi energi, energi hijau, pengurangan loss, dan bahan bakar rendah karbon. Capaian ini menjadi contoh bagaimana keberlanjutan semakin terintegrasi dalam strategi perusahaan.

Tiga Dorongan di Balik Perubahan

Menurut Wenny, ada banyak faktor yang memaksa perusahaan berubah, yaitu perubahan iklim, kebijakan global, teknologi, tekanan konsumen, dan risiko reputasi. Akibatnya, orientasi bisnis bergeser dari sekadar kepentingan pemegang saham menuju penciptaan nilai jangka panjang bagi banyak pemangku kepentingan.

Ia menekankan bahwa transisi energi tidak bisa dipandang dari satu sisi. Kebijakan, teknologi, pembiayaan, dan penerimaan masyarakat saling berkelindan. Maka, Indonesia perlu menyeimbangkan tiga hal sekaligus:

  1. ketahanan energi,
  2. keterjangkauan energi,
  3. keberlanjutan.

Dengan keseimbangan itu, kebutuhan energi tetap terpenuhi, ekonomi tumbuh, dan peralihan ke energi rendah karbon berjalan.

Strategi dan Angka Rencana 2026

Untuk menjalankannya, Pertamina memakai Dual Growth Strategy, yakni memperkuat bisnis eksisting sambil mengembangkan bisnis rendah karbon seperti biofuel, energi hijau, panas bumi, CCS/CCUS, baterai dan kendaraan listrik, serta hidrogen. Target besarnya adalah Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.

Pada 2026, strategi ini diturunkan menjadi sepuluh Sustainability Focus Areas dan 36 inisiatif ESG. Rinciannya enam program dekarbonisasi, 19 program ESG, dan 11 proyek bisnis rendah karbon. Di tengah perubahan pasar, teknologi, regulasi, geopolitik, dan risiko iklim, organisasi dituntut terus beradaptasi.

Wenny mengingatkan bahwa masa depan tidak punya satu jalur. Perencanaan skenario, strategi adaptif, dan investasi pada kapabilitas masa depan menjadi kunci agar pemimpin dapat mengubah ambisi menjadi tindakan.

Cara Berpikir yang Dilatih

Bagi mahasiswa, sesi ini melatih kemampuan menghubungkan banyak aspek sekaligus: lingkungan, strategi bisnis, teknologi, pembiayaan, tata kelola, dan dinamika sosial. Perspektif itulah yang membangun cara berpikir sistemik untuk menghadapi tantangan keberlanjutan yang kian kompleks.

Wenny menutup dengan pesan bahwa pendekatan lintas disiplin sangat diperlukan. Transformasi berkelanjutan tidak dapat dikerjakan sendirian, sehingga kolaborasi lintas bidang menjadi penting untuk mempercepat inovasi dan menciptakan dampak yang bertahan lama.

Relevan dengan SDGs dan Asta Cita

Pembelajaran ini mencerminkan semangat UPER Berdampak. Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta relevan dengan Asta Cita ke-4 tentang penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.

Profil Singkat Program

Master of Science in Sustainability UPER disiapkan bagi profesional dan calon pemimpin yang ingin menjawab tantangan keberlanjutan secara multidisiplin. Program menawarkan peminatan Green Technology dan Nature-Based Solutions dengan sistem hybrid yang memadukan perspektif akademik, praktik industri, dan isu terkini.

Ambil Peranmu dalam Transisi Energi

Jika kamu ingin belajar langsung dari praktik terbaik industri dan ikut membentuk masa depan energi yang lebih bersih, saatnya mendaftar melalui Pendaftaran Universitas Pertamina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *